Menonton film "Normal" (2007) terasa seperti membuka kotak kecil penuh halusnya emosi dan kenyataan yang sederhana. Film ini tak mengandalkan efek dramatis berlebihan—ia memilih suara-suara lembut, dialog yang jujur, dan momen-momen hening yang berbicara lebih keras daripada kata-kata. Alurnya melenggang perlahan, memberi ruang bagi penonton untuk meresapi perubahan-perubahan kecil dalam kehidupan tokoh-tokohnya.